Wesel tagih timbul dari piutang dagang yang telah jatuh tempo namun pelanggan blm membayarnya, sehingga mengeluarkan surat wesel.
Wesel tagih terdiri dari 2 jenis, yaitu :
- Wesel tagih tak berbunga ( non bearing interest notes )
- Wesel tagih berbunga ( interest bearing notes )
Contoh :
PT. Abc menerima wesel tagih dari PT. Hij atas piutang dagang yang telah jatuh tempo sebesar 1.000.000. Dengan tingkat suku bunga 12% per tahun dan jatuh tempo 2 bulan.
Jurnal =>
( Penerimaan wesel )
Wesel tagih (d) 1.000.000
Piutang dagang (k) 1.000.000
( Penerimaan bunga pada akhir bulan kedua )
Bunga *) = 1.000.000 * 12% * (60/360)
= 20.000
Kas (d) 20.000
Pendapatan bunga (k) 20.000
( Penerimaan pelunasan wesel tagih )
Kas (d) 1.000.000
Wesel tagih (k) 1.000.000
Penjualan wesel tagih
Contoh :
PT. Abc menerima wesel tagih dari PT. Hij atas piutang dagang yang telah jatuh tempo 01/11/15 sebesar 1.000.000. Dengan tingkat suku bunga 12% per tahun dan jatuh tempo 2 bulan.
Pada 01/12/15 PT. Abc mendiskontokan wesel PT. Hij ke bank dengan tingkat diskonto 15%
Perhitungan :
Nilai nominal wesel 1.000.000
Nilai pd saat jth tempo :
- nominal 1.000.000
- bunga wesel
1.000.000*12%*(60/360)= 20.000
1.020.000
Diskonto yang dibebankan oleh bank :
1.020.000 *15%*(30/360) ( 12.750 )
Hasil yang diterima 1.007.250
Jurnal =>
Bank (d) 1.007.250
Wesel tagih (k) 1.000.000
Pendapatan bunga (k) 7.250
Tidak ada komentar:
Posting Komentar