Jumat, 14 Agustus 2015

Penilaian Persediaan Metode FIFO, Average Dengan Metode Pencatatan Periodik

METODE FIFO
(First In First Out - Pertama Masuk Pertama Keluar)

Dengan metode ini, perusahaan akan menilai persediaan dengan harga pembelian paling akhir.
Apabila kuantitas pembelian terakhir tidak mencukupi, maka menggunakan harga pembelian paling akhir berikutnya.

Contoh :
PT. Abc diasumsikan hanya menjual 1 jenis barang dagangan. Dengan harga jual Rp. 10.000,- per unit
Jumlah persediaan akhir   = 1800 unit





















METODE AVERAGE (Metode Rata-Rata)

Dengan menggunakan metode rata-rata, maka persediaan dinilai dari nilai rata-rata pembelian barang dagangan.

Contoh :
PT. Abc diasumsikan hanya menjual 1 jenis barang dagangan. Dengan harga jual Rp. 10.000,- per unit
Jumlah persediaan akhir   = 1800 unit



Rabu, 12 Agustus 2015

Metode Penilaian Persediaan, Penentuan Harga Pokok dan Laba Kotor

Mulai tahun 2012, dimana Indonesia telah sepenuhnya mengadopsi standar IFRS (International Financial Reporting Standard) maka, Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia tidak memperbolehkan perusahaan menggunakan metode penilaian persediaan dengan metode LIFO.

Sehingga metode yang diakui adalah :
  • FIFO (First In First Out) dengan metode pencatatan periodik
  • FIFO (First In First Out) dengan metode pencatatan periodik
  • FIFO (First In First Out) dengan metode pencatatan perpetual
  • Rata-rata (Average) dengan metode pencatatan periodik
  • Rata-rata (Average) dengan metode pencatatan perpetual
  • Metode identifikasi khusus
  • Metode laba kotor
Saya akan berikan contoh untuk masing-masing metode tersebut pada postingan saya berikutnya.. :-)

Persediaan Barang Dagang (inventory)

Merupakan aset lancar yang dibeli perusahaan yang bertujuan untuk dijual kembali.


  • Perusahaan jasa : tidak memiliki persediaan barang dagang
  • Perusahaan dagang : memiliki 1 jenis persediaan barang
  • Perusahaan manufaktur : memiliki 3 jenis persediaan, yaitu : persediaan bahan baku, persediaan barang setengah jadi, persediaan barang jadi.

Persediaan bahan baku,
Adalah persediaan bahan-bahan yang akan diolah dalam proses produksi untuk menghasilkan suatu produk. Disini jg termasuk persediaan karton dan bahan pengemas.

Persediaan barang setengah jadi atau dalam proses,
Adalah persediaan yang masih dalam taraf pengerjaan dan belum menjadi barang jadi.

Persediaan barang jadi,
Adalah persediaan barang yang telah selesai melewati proses produksi dan siap untuk dijual.

Metode Pencatatan Persediaan
Ada 2 jenis :

  1. Metode pencatatan perpetual, Setiap transaksi pembelian dan penjualan perusahaan akan mencatatnya pada perkiraan "persediaan barang dagangan"
  2. Metode pencatatan periodik, Setiap transaksi pembelian perusahaan menggunakan perkiraan "pembelian" dan "retur pembelian", sehingga pada akhir periode perusahaan harus membuat penyesuaian.
Berikut contoh pencatatan menggunakan 2 metode diatas :




Kamis, 06 Agustus 2015

WESEL TAGIH (NOTES RECEIVABLE)

Merupakan janji tertulis dari pelanggan untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu.
Wesel tagih timbul dari piutang dagang yang telah jatuh tempo namun pelanggan blm membayarnya, sehingga mengeluarkan surat wesel.

Wesel tagih terdiri dari 2 jenis, yaitu :

  • Wesel tagih tak berbunga ( non bearing interest notes )
  • Wesel tagih berbunga ( interest bearing notes )

Contoh :
PT. Abc menerima wesel tagih dari PT. Hij atas piutang dagang yang telah jatuh tempo sebesar 1.000.000. Dengan tingkat suku bunga 12% per tahun dan jatuh tempo 2 bulan.

Jurnal =>
( Penerimaan wesel )
Wesel tagih (d)             1.000.000
      Piutang dagang (k)                1.000.000

( Penerimaan bunga pada akhir bulan kedua )
Bunga *) = 1.000.000 * 12% * (60/360)
                 = 20.000

Kas (d)                                20.000
    Pendapatan bunga (k)           20.000

( Penerimaan pelunasan wesel tagih )
Kas (d)                    1.000.000
     Wesel tagih (k)                 1.000.000


Penjualan wesel tagih
Contoh :
PT. Abc menerima wesel tagih dari PT. Hij atas piutang dagang yang telah jatuh tempo 01/11/15 sebesar 1.000.000. Dengan tingkat suku bunga 12% per tahun dan jatuh tempo 2 bulan.
Pada 01/12/15 PT. Abc mendiskontokan wesel PT. Hij ke bank dengan tingkat diskonto 15%

Perhitungan : 
Nilai nominal wesel                                  1.000.000
Nilai pd saat jth tempo :
  - nominal                              1.000.000
  - bunga wesel
     1.000.000*12%*(60/360)=     20.000
                                                                       1.020.000

Diskonto yang dibebankan oleh bank :
1.020.000 *15%*(30/360)                           (   12.750 )
Hasil yang diterima                                   1.007.250

Jurnal =>
Bank (d)                               1.007.250
    Wesel tagih (k)                                1.000.000
     Pendapatan bunga (k)                         7.250

PELEPASAN PIUTANG

Piutang yang belum jatuh tempo dapat digunakan sebagai sumber kas perusahaan dengan cara menjual piutang dagang atau menggadaikannya.

Penjualan piutang dagang
Penjualan piutang dagang yang belum jatuh tempo dapat dilakukan perusahaan dalam usaha mendapatkan kas.
Dalam penjualan piutang umumnya ditentukan cadangan untuk retur penjualan dan penurunan harga karena kerusakan, serta kemungkinan tidak tertagihnya piutang.

Contoh :
09/10/15 PT.Abc menjual piutang sebesar Rp. 1000.000 kepada bank Bca. Bank bca membayar membayar Rp. 700.000 dengan diskon 10%, sedangkan Rp. 300.000 ditentukan sebagai cadangan kemungkinan retur penjualan dan penghapusan piutang.

Perhitungan
Diskon penjualan piutang  = 700.000 *10%
                                                 = 70.000
Penjualan piutang = 700.000 - 70.000
                                   = 630.000

Jurnal =>
Kas (d)                                        630.000
Beban penjualan piutang (d)   70.000
Piutang pada bank bca (d)      300.000
    Piutang (k)                                             1.000.000

Apabila terjadi retur oleh debitur sebesar 100.000 dan penghapusan piutang karena tak tertagih 150.000, maka dicatat sbb:

Jurnal=>
Retur penjualan (d)                           100.000
Cadangan piutang tak tertagih (d) 150.000
   Piutang pada bank bca (k)                        250.000

Apabila seluruh piutang yang ditagih oleh Bank bca sudah lunas, maka sisanya menjadi hak  PT.Abc

Jurnal =>
Piutang / kas (d)                       50.000
     Piutang pada bank bca(k)            50.000*)

*) 1.000.000 - (700.000 + 100.000 + 150.000)

Menjaminkan piutang dagang
Perusahaan dapat menggunakan piutang sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan.
Hutang kepada lembaga keuangan akan dibayar dengan hasil penagihan piutang kepada pelanggan.

Contoh :
29/09/15 PT. Abc menjaminkan piutang sebesar 1.000.000 dengan memperoleh pinjaman dari Bank bca sebesar 700.000, bunga 12% per tahun dari saldo akhir tahun hutang berjalan, beban pinjaman 10.000

Jurnal=>
(Mencatat perolehan pinjaman dari Bank bca)
Kas (d)                                               690.000
Beban pinjaman (d)                          10.000
    Hutang atas jaminan piutang (k)       700.000


(Mencatat piutang yang telah dijaminkan)
Piutang dijaminkan (d)   1.000.000
     Piutang dagang (k)                        1.000.000

10/10/15 piutang dibayar pelanggan sebesar 500.000.
PT. Abc lantas membayarkannya ke Bank bca ditambah dengan bunga.
 *) biaya bunga
      700.000 * (12% / 360) * 12 hari = 2.800

Jurnal =>
(PT. Abc menerima dari pelanggan)
Kas (d)                                  500.000
    Piutang dijaminkan (k)            500.000


(PT. Abc membayar kepada Bank bca)
Hutang atas jaminan piutang (d) 500.000
Beban bunga (d)                                   2.800
     Kas (k)                                                         502.800



Rabu, 05 Agustus 2015

PEMBUATAN CADANGAN PIUTANG TAK TERTAGIH

ada 3 metode perhitungan besarnya cadangan piutang ragu-ragu
  1. Metode persentase dari total penjualan kredit
  2. Metode persentase dari saldo piutang
  3. Metode persentase dari umur piutang

Metode persentase dari total penjualan kredit
Nilai cadangan piutang tak tertagih ditentukan dengan mengalikan persentase tak tertagih dengan total penjualan kredit, dimana besar persentase tak tertagih berdasarkan kebijakan perusahaan.

Contoh :
Total penjualan kredit PT.Abc adalah Rp.1000.000. Perusahaan menetapkan persentase piutang tak tertagih sebesar 0.2% dari total penjualan kredit.

Cadangan piutang tak tertagih = 1.000.000 * 0.2%
                                                         = 2.000
Jurnal =>
Beban piutang tak tertagih (d)            2.000
     Cadangan piutang tak tertagih (k)          2.000

Metode persentase dari saldo piutang
Nilai cadangan piutang tak tertagih ditentukan dengan mengalikan persentase tak tertagih dengan saldo piutang pada akhir periode, dimana persentase piutang tak tertagih berdasarkan kebijakan perusahaan.

Contoh :
Saldo piutang perusahaan Rp.500.000. Perusahaan menetapkan persentase piutang tak tertagih sebesar 1% dari saldo piutang

Cadangan piutang tak tertagih = 500.000 * 1%
                                                         = 5.000
Jurnal =>
Beban piutang tak tertagih (d)           5.000
    Cadangan piutang tak tertagih (k)           5.000

Metode persentase dari umur piutang
Umur piutang adalah lamanya piutang yang belum dilunasi oleh pelanggan. Persentase tak tertagihnya suatu piutang dagang ditentukan berdasarkan kebijakan perusahaan.

Contoh :









Total cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp. 1.740.000

Jurnal =>
Beban piutang tak tertagih (d)    1.740.000
   Cadangan piutang tak tertagih (k)            1.740.000


Pada akhir tahun melakukan penyesuaian cadangan piutang tak tertagih, jika :

Saldo perkiraan cadangan piutang tak tertagih dalam neraca saldo lebih kecil dari total cadangan piutang tak tertagih periode yg bersangkutan maka dibuat jurnal penyesuaian
Jurnal =>
Beban piutang tak tertagih (d)            xxxx
     Cadangan piutang tak tertagih (k)        xxxx

Saldo perkiraan cadangan piutang tak tertagih dalam neraca saldo lebih besar dari total cadangan piutang tak tertagih periode yg bersangkutan maka dibuat jurnal penyesuaian

Jurnal =>
Cadangan piutang tak tertagih (d) xxxx
     Beban piutang tak tertagih (k)          xxxx

Selasa, 04 Agustus 2015

PENGHAPUSAN PIUTANG TAK TERTAGIH

Terdapat 2 metode penghapusan piutang tak tertagih, yaitu :

  1. Metode penghapusan langsung ( direct write off)
  2. Metode penghapusan tidak langsung (allowance for bad debt)
Metode penghapusan langsung (direct write off)
Merupakan metode penghapusan piutang dimana langsung dihapuskan pada saldo piutang perusahaan.

Contoh:
10/09/15 PT.Abc telah dipastikan bangkrut sehingga piutang tidak dapat tertagih sebesar 200.000.

Jurnal =>
beban piutang tak tertagih (d)   200.000
    Piutang dagang (k)                           200.000

29/09/15 PT.Gis yang piutangnya sudah dihapus sebesar 400.000 ternyata berjanji melunasi hutangnya pada tanggal 10/10/15.

Jurnal =>
29/09/15      
Piutang dagang(d)                       400.000
     Beban piutang tak tertagih (k)     400.000

10/10/15
 Kas (d)                                          400.000
     Piutang dagang (k)                        400.000



Metode penghapusan tidak langsung (allowance for bad debt)
Untuk menyajikan laporan keuangan yang wajar sebuah perusahaan harus membuat cadangan piutang tak tertagih,sehingga terjadi kecocokan antara pendapatan dan beban perusahaan. Pada metode ini perusahaan melakukan penyisihan atas piutang dagangnya sebagai cadangan piutang tak tertagih atau piutang ragu-ragu.
Perkiraan cadangan piutang tak tertagih ini dikelompokan dalam neraca sebagai aset , dibawah perkiraan piutang dagang.

Contoh :
31/12/14 dilakukan penyisihan piutang tak tertagih untuk tahun 2014 sebesar 400.000

Jurnal =>
beban piutang tak tertagih (d)        400.000
    Cadangan piutang tak tertagih (k)      400.000

10/09/15 PT.Abc telah dipastikan bangkrut sehingga piutang tidak dapat tertagih sebesar 200.000.

Jurnal =>
cadangan piutang tak tertagih (d)  200.000
    Piutang dagang (k)                                  200.000

29/09/15 PT.Gis yang piutangnya sudah dihapus sebesar 400.000 ternyata berjanji melunasi hutangnya pada tanggal 10/10/15.

Jurnal =>
29/09/15
Piutang dagang(d)                             400.000
   Cadangan piutang tak tertagih (k)     400.000

                 
10/10/15
Kas (d)                                                  400.000
   Piutang dagang (k)                                400.000

PIUTANG DAGANG (ACCOUNTS RECEIVABLE)

Merupakan tagihan yang belum diterima oleh perusahaan atas jasa / penjualan barang dagangan secara kredit.
Piutang dapat timbul karena berbagai sebab, seperti penjualan secara kredit, deviden / bunga yang belum diterima, pinjaman karyawan, dll.

Jenis-jenis piutang :
  • Piutang dagang (accounts receivable), yaitu  Piutang yang timbul atas jasa / penjualan barang dagangan secara kredit yang merupakan usaha pokok perusahaan.
  • Wesel tagih (notes receivable), adalah surat pengakuan hutang yang diterbitkan oleh pelanggan, sehingga wesel tagih bersifat lebih lancar daripada piutang dagang.
  • Piutang lain-lain (other receivable)

Pengakuan piutang dagang (receivable recognition)
Pengakuan piutang dagang berkaitan dengan penjualan barang / jasa secara kredit.

Jurnal =>
piutang dagang (d)      xxxx
                Penjualan (k)         xxxx

Apabila terjadi retur penjualan, maka :

Jurnal =>
retur penjualan (d)         xxxx
          Piutang dagang (k)      xxxx


Potongan penjualan
Ada 2 macam potongan penjualan, yaitu :
  • Potongan tunai (sales discount), merupakan potongan harga yang diberikan apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit yang disepakati.
Contoh : 
19/09/15 PT. Abc menjual barang  kepada PT. Gis seharga 200.000 dengan syarat 2/10, n/30.
Apabila PT.Gis membayar sebelum tanggal 29/09/15, maka akan diberikan potongan harga sebesar 10%. Jika PT.Gis tidak mengambil potongan harga, maka PT.Gis harus melunasinya selambat-lambatnya 30 hari setelah tanggal transaksi.
  • Potongan perdagangan (trade discount), potongan yang diberikan pada saat adanya pembelian dalam jumlah besar dab bersifat musiman, biasanya saat adanya promosi.
Jurnal =>
kas (d)                                   xxxx
Potongan penjualan (d)    xxxx
      Piutang usaha (k)                   xxxx

SURAT-SURAT BERHARGA

Surat-surat tang dimiliki perusahaan sebagai investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Contoh : Saham, obligasi,dll

Sebuah perusahaan membeli surat-surat berharga sebagai investasi jangka pendek bertujuan untuk memutar kelebihan dana yang menganggur sehingga dapat memperoleh laba tambahan.
Sedangkan untuk investasi jangka panjang, kepemilikan surat-surat berharga lebih bertujuan untuk menguasai perusahaan lain.

Pencatatan perolehan surat-surat berharga
Harga perolehan surat berharga terdiri dari harga beli dan biaya-biaya lain yang timbul dalam transaksi.

Contoh :
21/04/15 PT. Abc membeli 1.000 lembar saham PT. Hij dengan harga Rp. 10,- per lembar saham. Komisi broker yang dibebankan 1%.

Perhitungan :
Harga beli saham 1000 * Rp.10.- = Rp. 10.000
Komisi broker 1%                          = Rp.       100
Total harga perolehan                  = Rp.  10.100

Jurnal =>
surat-surat berharga (d)  10.100
      Bank                                       10.100


Penerimaan deviden
01/06/15 PT.Hij memberikan deviden kepada PT.Abc sebesar Rp.2,- per lembar saham.

Jurnal =>
Bank (d)                                1.000
     Pendapatan deviden (k)       1.000


Penyesuaian surat-surat berharga
Surat-surat berharga dinilai berdasarkan harga yang terendah antara harga pokok dengan harga pasar.
Diharuskan adanya jurnal penyesuaian jika harga pasar lebih rendah dibandingkan dengan harga pokok, sehingga surat-surat berharga akan disajikan pada neraca dalam laporan posisi keuangan sesuai nilai pasar.
Namun apabila pada tanggal neraca harga pasar lebih tinggi daripada harga pokok, maka tidak perlu dibuatkan jurnal penyesuaian.

Contoh:
31/05/15 Harga saham PT.Hij mengalami penurunan di bursa efek menjadi Rp.9,90

Perhitungan  (diasumsikan apabila saham dijual)
Harga pasar saham 1.000 * Rp.9,90 = Rp.   9,900
Komisi broker 1%                                = Rp.      (99)
Nilai pasar                                             = Rp.   9,801
Harga perolehan                                  = Rp. 10,100
Kerugian penurunan SSB                   = Rp.      299

Jurnal =>
kerugian atas penurunan SSB (d)   299
    Surat-surat berharga (k)                       299

Kerugian penurunan surat-surat berharga ini langsung mengurangi perkiraan surat-surat berharga atau juga dapat mengkreditkan perkiraan "penyisihan untuk penurunan SSB"

Penjualan surat-surat berharga
03/07/15 PT.Abc memerlukan dana sehingga menjual saham PT.Hij dengan harga Rp.10,50 per lembar. Beban komisi broker 1%.

Perhitungan :
Harga jual saham 1.000 * Rp.10,50   =  Rp. 10,500
Komisi broker 1%                                =  Rp.     (105)
Nilai penjualan bersih                        =  Rp.  10,395
Harga perolehan                                  =  Rp.  10,100
Laba penjualan                                    =  Rp.        295

Jurnal =>
Bank (d)                                       10,395
   Surat-surat berharga (k)                     10,100
   Laba atas penjualan SSB (k)                    295


Senin, 03 Agustus 2015

REKONSILIASI BANK

merupakan suatu laporan perbandingan saldo kas di bank menurut catatan perusahaan dengan saldo kas di bank menurut bank disertai dengan penyebab timbulnya perbedaan tersebut.

Penyebab timbulnya perbedaan pencatatan tersebut :

  • Setoran dalam perjalanan (deposit in transit), dimana perusahaan telah menyetorkan uang ke bank dan mencatatnya di buku besar bank, namun pihak bank belum melakukan pencatatan pada bulan yang bersangkutan sehingga setoran uang tersebut muncul pada rekening koran periode berikutnya.
Rekonsiliasi bank : dikurangkan pada saldo bank di buku besar perusahaan atau dengan menambahkan pada saldo rekening koran


  • Cek yang beredar ( outstanding cheques), dimana perusahaan telah melakukan pembayaran dengan cek dan telah mencatatnya, namun pemasok belum mencairkan dana tersebut. Sehingga pihak bank belum melakukan pengurangan
Rekonsiliasi bank : dikurangkan pada saldo bank atau ditambahkan pada saldo buku besar bank perusahaan.


  • Tagihan oleh bank (collection by bank), adanya transfer pembayaran oleh pelanggan ke rekening bank, namun perusahaan belum mendapatkan konfirmasi pembayaran sehingga belum mencatatnya.
Rekonsiliasi bank : ditambahkan pada saldo bank pada buku besar bank


  • Pendapatan bunga (interest income), dimana pihak bank memberikan imbalan bunga sesuai dengan saldo rekening bank perusahaan.
Rekonsiliasi bank : ditambahkan pada saldo buku besar bank.


  • Beban administrasi bank (bank charges) yang belum dicatat perusahaan.
Rekonsiliasi bank : dikurangkan pada saldo buku besar bank.


  • Cek yang tidak cukup dananya (non sufficient fund), merupakan cek yang diterima dari pelanggan atas pembayaran suatu transaksi, telah dicatat oleh perusahaan. Namun saat dilakukan pencairan dananya tidak mencukupi sehingga cek tersebut ditolak.
Rekonsiliasi bank : nilai cek harus ditambahkan kembali


  • Pengurangan otomatis oleh pihak bank (auto debit)
Rekonsiliasi bank : dikurangkan pada saldo buku besar bank.


  • Kesalahan pencatatan oleh pihak perusahaan atau bank
Rekonsiliasi bank : disesuaikan dengan pihak yang melakukan kesalahan pencatatan.

SISTEM KAS KECIL

Untuk pembayaran dalam jumlah yang tidak terlalu besar dapat dilakukan melalui kas kecil.

Metode pencatatan kas kecil :

  • Sistem dana tetap (imprest fund system)
  • Sistem dana berubah (fluctuate fund system)
SISTEM DANA TETAP (IMPREST FUND SYSTEM)
pada sistem ini pada saat terjadi transaksi tidak dilakukan pencatatan, hanya membuat memo saja. 
Fisik uang ditambah dengan faktur (bon) menghasilkan saldo kas kecil yang tetap
Transaksi kas kecil dicatat pada saat pengisian kas kecil kembali dengan mendebitkan masing-masing beban dan mengkreditkan kas besar.

Contoh
  • 01/06/15 Pembentukan kas kecil senilai 1.500.000
        Jurnal : kas kecil (d)  1.500.000
                          Kas (k)                          1.500.000
  • 02/06/15 Pembayaran parkir 100.000
    Jurnal : tidak ada
  • 04/06/15 Pembayaran bensin 250.000
        Jurnal : tidak ada
  • 07/06/15 Pembayaran keamanan 150.000
     Jurnal : tidak ada
  • 15/06/15 Pembayaran rekening air 300.000
     Jurnal : tidak ada
  • 16/06/15 Pengisian kas kecil kembali
        Jurnal : Beban parkir (d)  100.000
                       Beban bensin (d) 250.000
                       Beban kantor (d) 150.000
                       Beban air (d)         300.000
                            Kas (k)                               800.000

SISTEM DANA BERUBAH (FLUCTUATE FUND SYSTEM)
Pada metode ini tidak ditentukan jumlah kas kecil dalam jumlah yang konstan. Pengisian kembali kad kecil dapat dilakukan sewaktu-waktu bila saldo kas kecil sudah menipis.


Contoh
  • 01/06/15 Pembentukan kas kecil senilai 1.500.000
        Jurnal : kas kecil (d)  1.500.000
                          Kas (k)                          1.500.000
  • 02/06/15 Pembayaran parkir 100.000
    Jurnal : beban parkir (d) 100.000
                        Kas kecil (k)                  100.000
  • 04/06/15 Pembayaran bensin 250.000
        Jurnal : beban bensin (d) 250.0000
                           Kas kecil (k)                      250.000
  • 07/06/15 Pembayaran keamanan 150.000
     Jurnal : beban kantor (d) 150.000
                         Kas kecil (k)                   150.000
  • 15/06/15 Pembayaran rekening air 300.000
     Jurnal : beban air (d) 300.000
                         Kas kecil (k)            300.000
  • 16/06/15 Pengisian kas kecil kembali
        Jurnal : kas kecil (d) 800.000
                            Kas (k)                      800.000


Kedua metode pembentukan kas kecil digunakan untuk menjaga kemungkinan adanya penyelewengan, namun ditinjau dari segi pengawasan secara internal metode sistem dana tetap lebih baik, dikarenakan jumlah pengisian kembali tergantung pada jumlah bukti pengeluaran kas kecil, jumlah uang tunai ditambah bukti pengeluaran kas kecil harus sama dengan jumlah dana kas kecil. Sehingga apabila terjadi selisih akan mudah ditelusuri.

KAS DAN BANK

Kas adalah aset lancar yang paling likuid, sehingga dapat digunakan secara langsung untuk keperluan operasional perusahaan.

Kas terdiri dari uang tunai dan Rekening bank (dapat berupa rekening koran atau tabungan)

Sumber penerimaan kas :
  • Penjualan tunai
  • Penerimaan bunga atau deviden, sumbangan, sewa, hadiah, pengembalian kelebihan pajak
  • Penjualan investasi jangka panjang, aset tetap, penurunan aset
  • Emisi saham maupun penambahan ekuitas oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas.
Sumber Pengeluaran kas :
  • Pembelian barang dagangan secara tunai
  • Pembayaran hutang dagang
  • Pembayaran beban operasional perusahaan
  • Pembayaran sewa, bunga, deviden
Pengendalian Kas :
  • Sistem kas kecil
  • Rekonsiliasi bank
  • Sistem voucher untuk setiap pembayaran
  • Cek fisik kas secara mendadak
  • Pembayaran kepada supplier dan penerimaan kas dilakukan melalui rekening bank